PURUK CAHU, Matasenator.com – Ketertiban di jalan raya merupakan cermin dari budaya suatu daerah. Menyadari pentingnya hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Mahyono, mendorong aparat kepolisian khususnya Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Murung Raya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) setempat untuk lebih gencar dan rutin menggelar sosialisasi keselamatan berlalu lintas.
Mahyono memberikan apresiasi atas langkah edukasi yang selama ini telah berjalan dengan sangat baik di kalangan pelajar. Namun, ia mengingatkan bahwa jalan raya adalah ruang publik yang dinamis, di mana penggunanya datang dari berbagai latar belakang profesi dan usia.
“Faktor penyebab kecelakaan lalu lintas tidak bisa sepenuhnya dibebankan pada kalangan pelajar. Justru sebagian besar kasus kecelakaan di lapangan juga melibatkan masyarakat umum. Karena itu, saya meminta agar sosialisasi dilakukan lebih rutin dan menyeluruh, mulai dari sekolah, kawasan perkantoran, masyarakat umum, hingga ke lingkungan desa,” tegas Mahyono pada Selasa (23/6/2026).
Menurut legislator Murung Raya ini, edukasi yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan adalah kunci utama untuk menggeser paradigma masyarakat. Tujuannya adalah mengubah perilaku berkendara dari yang semula “tertib karena takut ditilang” menjadi “tertib karena butuh keselamatan”.
Kesadaran-kesadaran dasar dalam berkendara inilah yang harus terus ditanamkan secara persuasif kepada masyarakat, antara lain: Selalu menggunakan helm berstandar SNI dan melengkapi surat-surat kendaraan (SIM dan STNK). Mematuhi rambu lalu lintas dan tidak ugal-ugalan. Larangan keras berkendara di bawah pengaruh alkohol atau zat adaptif lainnya yang membahayakan nyawa.
“Kita ingin angka kecelakaan lalu lintas di Bumi Tira Tangka Balang ini bisa ditekan seminimal mungkin. Salah satu benteng pencegahannya adalah melalui pendekatan edukasi yang intensif. Harapannya, semua pihak sadar bahwa keselamatan di jalan adalah hak dan kewajiban bersama,” tambahnya.
Di akhir penyampaiannya, Mahyono menggarisbawahi bahwa menciptakan jalan raya yang aman tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Perlu ada jalinan sinergi yang kokoh antara Polres, Dishub, pihak sekolah, tokoh masyarakat, hingga lingkungan keluarga.
Ia menitipkan pesan khusus kepada para orang tua agar tidak hanya menuntut anak-anaknya disiplin, melainkan juga mampu memberikan keteladanan yang nyata saat berkendara bersama keluarga.
“Kalau semua elemen masyarakat saling mendukung dan mengingatkan, maka tertib lalu lintas bukan lagi sekadar slogan di baliho pinggir jalan, melainkan menjadi sebuah kebiasaan hidup yang tumbuh alami di tengah masyarakat Murung Raya,” pungkasnya. (MS1)




