Wagub Kalteng Sampaikan Seluruh OPD Telah Menyesuaikan Pelaksanaan Kegiatan Dengan Anggaran

Gubernur Kalteng , Agustiar Sabran, saat berada di Kabupaten Kotawaringin Timur saat menyalurkan Bantuan Presiden

Palangka Raya,MATASENATOR.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan berbagai program prioritas tetap berjalan meskipun saat ini terjadi penyesuaian anggaran sebagai dampak kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, mengatakan seluruh perangkat daerah telah menyesuaikan pelaksanaan kegiatan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Menurutnya, langkah efisiensi dilakukan dengan mengurangi perjalanan dinas dan memanfaatkan pertemuan secara daring guna menekan biaya operasional. Selain itu, kegiatan yang dinilai tidak berdampak langsung kepada masyarakat juga dikurangi.

“Program Pemprov Kalteng yang saat ini tetap berjalan sesuai Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto di tengah kebijakan efisiensi anggaran, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), Pasar Murah, penyerahan Bantuan Pangan Presiden, Bantuan Langsung Tunai Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan MBG,” ujarnya, Jumat, 13 Maret 2026.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan kebijakan efisiensi anggaran tidak akan menghambat pelaksanaan program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Tambun Bungai. Ia menjelaskan kebijakan tersebut difokuskan pada pengeluaran yang masih dapat diminimalisir tanpa mengurangi pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Kebijakan ini difokuskan pada pengeluaran yang dinilai masih dapat diminimalisir, tanpa menyentuh sektor pelayanan langsung kepada masyarakat,” katanya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjut Agustiar, tetap berkomitmen memberikan pelayanan publik secara optimal meskipun kondisi fiskal daerah mengalami penyesuaian. Pembangunan infrastruktur juga tetap menjadi perhatian, meski realisasinya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Ia mengungkapkan anggaran Provinsi Kalimantan Tengah yang sebelumnya sekitar Rp10,3 triliun kini mengalami penyesuaian menjadi sekitar Rp5,3 triliun. Meski demikian, program yang dinilai benar-benar dibutuhkan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Dengan kondisi anggaran yang ada, kita harus lebih bijak menentukan prioritas. Program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat akan tetap kita jalankan,” ucapnya.

Selain itu, Agustiar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, persatuan, dan toleransi di tengah keberagaman yang ada di Kalimantan Tengah. Menurutnya, semangat saling menghormati antar suku dan agama menjadi kekuatan penting dalam membangun daerah. (irw)