Palangka Raya ,MATASENATOR.COM – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur (Wagub) H Edy Pratowo melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Raya Darussalam, Sabtu (20/3).
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk kembali kepada kesucian hati, mempererat persaudaraan, serta memperkuat silaturahmi antarsesama.
“Idulfitri adalah saat yang tepat untuk meneguhkan komitmen dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Selain itu, janganlah melupakan saudara kita yang mengalami kesulitan. Mari kita salurkan rasa syukur dalam bentuk kepedulian sosial dan empati yang nyata,” ujarnya.
Ia juga menyinggung tantangan pembangunan ke depan di tengah ketidakpastian global dan nasional, termasuk kebijakan efisiensi anggaran.
Namun demikian, pihaknya tetap optimistis dengan semangat Isen Mulang, Penyang Hinje Simpei, Kalteng mampu mewujudkan cita-cita menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Pada kesempatan tersebut, gubernur turut mengucapkan selamat Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat. “Minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.
Orang nomor satu di Kalteng ini juga mengundang masyarakat untuk menghadiri open house di Istana Isen Mulang yang digelar mulai pukul 08.30 hingga 15.00 WIB.
Sementara itu, khatib Salat Idulfitri yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalteng, Khairil Anwar, dalam khutbahnya menegaskan bahwa Idulfitri merupakan hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Menurutnya, Idulfitri adalah momentum untuk kembali kepada fitrah dan kesucian hati, sekaligus memperkuat iman serta mempererat persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat.
“Idulfitri hendaknya dijadikan kesempatan untuk memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan pentingnya tiga pilar ukhuwah, yakni ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam), ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia), dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air).
Khairil Anwar menilai kondisi masyarakat Kalteng saat ini cukup kondusif, dengan sikap arif, bijak, dan dewasa dalam menyikapi perbedaan.
“Islam mengajarkan kita untuk hidup damai, saling menghormati, dan berdampingan. Kita boleh berbeda agama dan keyakinan, tetapi tetap bersatu dalam membangun Kalimantan Tengah, baik secara fisik maupun moril,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa agar tidak mudah terpecah oleh pihak luar yang ingin melemahkan Indonesia.
Selain itu, ia mengajak umat Islam untuk terus menumbuhkan semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah, serta menjaga kepedulian sosial yang telah dibangun selama Ramadan agar terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam khutbahnya, Khairil Anwar turut mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur atas berbagai program kesejahteraan, termasuk Kartu Huma Betang Sejahtera yang dinilai juga memberi perhatian kepada para ustaz, guru mengaji, serta marbot masjid di Kalteng.
“Program ini sangat membantu para pelayan umat yang selama ini berperan dalam dakwah, pendidikan, dan pembinaan masyarakat, meskipun di tengah tantangan efisiensi anggaran,” tandasnya. (irw)




